Awalnya

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Allah, yang maha pengasih dan maha penyayang.  Hanya dengan kasih-Nya tulisan ini bermakna dan hanya dengan sayang-Nya tulisan ini bermanfaat. Bermakna, bukan sekedar rangkaian huruf kosong tanpa jiwa, namun lebih dari itu, semoga bermanfaat : memiliki nilai guna bagi sesama. 
Mengapa basmallah saya gunakan sebagai awal tulisan ini? Apakah dengan begini saya hendak mencitrakan diri sebagai sosok yang religius? Apakah dengan begini saya mendeklarasikan diri sebagai orang yang fanatik terhadap agama tertentu? Apakah dengan begini saya termasuk orang yang sholeh? Bukankah banyak orang yang tak mau menonjolkan identitas keagamaan karena tak mau terbebani dengan simbol yang melekat padanya? -Tampilannya beragama tapi kelakuan masih sembarangan-, Bukankah banyak orang yang tak mau mengucap suatu lafal dalam agama tertentu karena ewuh kalau-kalau perbuatan tidak sesuai dengan perkataan? Bukankah katanya lebih baik tidak menyakiti Tuhan dengan tidak membawa-bawa nama-Nya daripada dengan membawa nama-Nya malah mengotori kesucian-Nya?
Tidak!!! alasan-alasan itu sangat kecil. Tak berbanding jika disandingkan dengan anugerah yan Allah limpahkan kepada saya. Sebagai pribadi, rasa syukur memang harus tersurat dengan memuji-Nya di setiap tarikan nafas. Sebagai manusia, rasa takut memang harus ditundukkan dengan menyandarkan diri pada-Nya yang Maha Kuasa. Mengapa nama Allah? Karena begitulah yang diajarkan Nabi pada ummatnya : bahwa Dialah “Allah” :  Tuhan Yang Menciptakan, Memelihara dan Mengatur segalanya. Mengapa kata basmallah? Karena Allah mengajarkan untuk menyebut namanya pada setiap mula : “bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Kemudian Nabi mengajarkan pula untuk memulai segala sesuatu dengan basmallah.
Tulisan ini adalah tulisan perdana saya (lagi). Saya berikan kata “(lagi)” karena tulisan-tulisan saya sebelumnya di blog ini telah saya hapus dan tak akan saya terbitkan lagi. Sengaja hal ini saya lakukan. Lembaran lama beserta isi-isinya kubuang jauh-jauh, semoga hilang dan tak tertemukan. Saya ingin membuka lembaran baru dalam “cerita hidup di dunia maya”. Mengapa? Ah, tak usah saya jawab. Tak semua yang dilakukan harus memiliki alasan. Sometimes we only have to follow what our heart says.
Lembaran baru ini semoga menjadi awal yang baik. Dengan berlandas niat baik dan berazam membagi kebaikan, semoga diterima sebagai kebaikan dan menghasilkan kebaikan pula. Akhirnya, let’s follow the story of mine.

                                                                             Bogor, 26 September 2012 
                                                                              Fajar Sodiq Irawan

No comments: