ketika si M datang

Siang yang malas. Awan menutup langit kalasan. Matahari seakan malas menampakkan dirinya. Para tukang yang bekerja di proyek kompleks belakang kantorpun masih kelihatan enggan-engganan memulai kembali pekerjaannya. Mungkin juga burung-burung sedang berteduh di sarang untuk sekedar take a nap, tak biasanya yang biasa ramai berkicau di rongga genteng kantor. 
Ruang kerjaku berukuran 5 x 5 meter. Siang ini dihuni oleh 4 orang. Masing-masing asik dengan diri sendiri di depan komputer. Ada yang bermain game, ngenet, ngedit foto, atau tergeletak menundukkan kepala pada tangan di depan komputer (coba tebak aku termasuk yang mana?..hehehe). Kami semua seakan tidak peduli dengan om @barackobama yang sedang berapi-api berpidato setelah dirinya terpilih menjadi presiden US untuk periode kedua yang disiarkan langsung salah satu TV swasta nasional. Maklum..apapun yang diomongin sang presiden sepertinya tak berdampak langsung dengan pekerjaan di sini (padahal sebenarnya dampak tak langsung pemilu di negara adidaya itu sangat terasa untuk negara kita), jadi whatever Mr. president says is none of our business. 
Ceiling speaker meneriak-teriakkan lagu barat yang entah apa judulnya. (Once again, a good example that what happens in Amrik sono sebenarnya tetap berefek pada negara kita : westernisasi tidak dapat dihindari, bro). Kami tak peduli lagu apa yang diputar oleh operator di lobby, coz our autism is on the peak (hehehe..bahasanya ngasal aja). 
Udara di ruangan kerja tidak begitu dingin. Di mesin air conditioner tertera 18 C, namun menurut termometer alami kulitku sepertinya suhu ruanganku sekitar 27 C, suhu ruangan rata-rata biasanya di Indonesia dalam keadaan normal. Padahal baru beberapa hari yang lalu tukang servis mengutek-utek itu mesin AC, kok rasanya tidak ada perubahan signifikan dengan mesin itu. Ah, mungkin sudah faktor U : umur alat..
Sama malasnya dengan diriku di siang ini. Pekerjaan yang biasanya datang bertubi-tubi, mungkin hari ini baru mengajukan cuti. Tak banyak hal yang bisa kubantu untuk lembaga, for today. Akupun memutuskan untuk berada di depan netbook dan menghubungkan diri dengan internet melalui sinyal wifi yang disediakan kantor. Searching video-video para motivator di youtube, mengecek email, membuka blog beberapa orang yang kukenal sambil menonton beberapa hasil download serta mendengarkannya lewat headset. Perfect autism..hehehe
Ketika kubuka-buka blog ku sendiri, aku agak terkejut sekaligus miris. Terkejut karena semalem ternyata aku posting tulisan yang memalukan diri sendiri dan miris karena dalam beberapa hari kebiasaanku sudah banyak berubah. Beberapa hari yang lalu, sepertinya ada beberapa buku yang selesai kubaca dan beberapa kuresensi dan resensinya kuposting di blog. Namun akhir-akhir ini malah tak ada satu bukupun yang selesai kubaca. Kalaupun sempat membaca paling hanya satu-dua baris, setelah itu ke kegiatan lainnya. Atau beberapa malah hanya kuprint, dan belum kubaca sama sekali. Aku teringat akan nasib tesis yang sudah beberapa pekan terhenti karena informan yang susah ditemui. Untuk menyelesaikan tesis ini jelas perlu membaca banyak buku. Aku juga teringat akan salah satu mimpiku untuk melanjutkan study. How can it happens if i never read anybook?. Rasanya mimpi itu tak akan mungkin tercapai kalau untuk membaca satu buku saja tak pernah terselesaikan. Come on..pleasee..mood of reading..come on, please..
Sebenarnya tak ada alasan tidak ada waktu atau waktunya tidak cukup untuk melakukan suatu hal. Yang ada adalah kita mau atau tidak untuk melakukannya. Everything happens inside, even happiness or sadness. Mau bahagia atau sedih tergantung kita sendiri. Kitalah yang sebenarnya mengijinkan perasaan-perasaan apaun untuk menguasai diri kita, termasuk si malas ini. Sepertinya kali ini aku harus teriak WOOOOWWW..sambil koprol, and kick out laziness out of myself!!! 

No comments: