Weekly review

Seharian ini aku di rumah saja. Hasrat untuk keluar rumah sedang berada di titik terendah. Sebenarnya hari ini ada beberapa agenda yang telah kurencanakan jauh hari : rapat antar TPA se kecamatan di pagi hari dan rencana silaturrahim ke salah satu tokoh masyarakat setelahnya. Namun rencana itu hancur karena bangun kesiangan. Tertidur di depan TV ba’da subuh. Mungkin ceramah ustadz @yusufmansur di salah satu TV swasta pagi ini terlalu merdu, mengalun meninabobokkan kembali diriku. Atau tumpukan asam laktat akibat kegiatan non stop sehari semalam sabtu kemarin lebih kuat daripada tubuhku. Mungkin juga tubuhku sedang mencari kesetimbangan waktu tidur. Maklum, beberapa hari terakhir waktu tidurku hanya 4-5 jam sehari, jauh dari ideal, 8 jam sehari.
7.50, jam di handphoneku. Bbku berdenting berurutan, tanda pesan baru dari grup bbm. Kubuka pesan grup itu : Ahh..temen-temen di grup BBM yang membahas tentang master cinta dari beberapa hari yang lalu masih aja seru-seruan main-mainnya.  Aku sebenarnya masih ingin sekali gabung main-main dengan kalian, tapi another more important task sudah banyak mengantri. Aku penonton kalian aja, guys. Pesan bbm dari seorang temen serumah yang dari kemarin ga balik rumah juga masuk, menanyakan dimana posisiku. Kubalas pesannya : di rumah, jawabku dan he says : dont go anywhere.  Agenda rapat pagi ini jam 8, sementara aku baru bangun 7.50. Sambil ngolet malas ala kucing plus buka-buka pesan BBM, sudah menginjak jam 8. A good reason untuk membatalkan acara rapat. Ku sms teman yang memimpin rapat pamit ijin. Kemudian langsung kusambar handuk, mandi pagi..biar cakep..hehehe
Memutuskan untuk di rumah saja, membatalkan semua rencana hari ini, ada satu hal yang kupikirkan : aku harus memiliki kegiatan pengganti yang lebih bermanfaat. Tiba-tiba aku ingat bahwa banyak video hasil download kemarin-kemarin yang belum kuputar. Pilihan yang bagus, untuk mengisi hari. Menonton sambil mengistirahatkan tubuh dan menunggu teman serumah yang dalam perjalanan pulang. Kuputarlah video training kewirausahaan oleh seorang trainer, JA, yang berisi tentang proposal hidup. Apakah prestasi terbaik yang hendak kamu capai? Apakah dengan mencapai prestasi itu kamu berhak dimasukkan ke surga?woowww, pertanyaan yang cukup menggelitik.
Kubuka lagi lembaran impian-impianku, kurenungkan lagi kelakuan-kelakuanku, kupikirkan lagi cara-caraku dan kutinjau lagi tugas-tugasku. Woow, so overload. Banyak sekali yang harus dan sedang kulakukan. Menyelesaikan membaca beberapa judul buku, mengerjakan tugas-tugas kantor, memulai kembali tesis yang beberapa pekan terbengkalai, mengumpulkan tenaga dan inspirasi mengajar anak-anak TPA, menghadiri rapat-rapat dan janji, mencari buku denda perpustakaan, merutinkan talaqqi, meningkatkan sosialisasi, menguras kolam ikan di depan rumah yang sudah sangat menghijau, mencuci pakaian yang menumpuk, membersihkan gelas dan piring yang berserakan di dapur, membereskan rumah yang kayak kapal pecah, weew...banyak juga kegiatanku. Terbayang berapa tenaga dan waktu yang kuperlukan untuk melakukan semuanya. Seems impossible.  And all i need is priority. Ya, aku harus mengatur kembali kegiatanku dan membuat prioritas. Dan prioritasku harus menuju ke prestasi terbaikku, impian-impianku. Rabb, ridhoilah impianku, mudahkanlah langkahku dan berkahilah hasilku. Bismillah, memulai kembali langkah dalam hidupku.  

No comments: