A Wonderful Love Story : Waiting For You


Ini adalah sebuah cerita yang ingin kubagi denganmu :)


Dia  mengambil dompet dari sakunya untuk memberikan sedekah ...
Setelah memberikan sejumlah uang kepada 2 orang pengemis, dia melihatnya untuk pertama kalinya ... Dia berjalan menyusuri jalan... Dia mengagumi caranya menjaga pandangannya. Dia menghormati jilbab longgar yang dikenakannya. Dia menangkap hatinya dengan kesucian dan kesopanannya ...

Dia persis seperti calon istri yang dibayangkannya. Dia tahu bahwa dia tidak harus melakukannya tapi dia ingin mendekatinya, sehingga ia menemuinya dan bertanya kepadanya: "Bolehkah saya berbicara kepada Anda selama beberapa menit? .. percayalah, niat saya baik, saya hanya ingin tahu di mana Anda tinggal". Dia terkejut. Dia menatapnya selama beberapa detik seakan tidak percaya bahwa ia sedang berbicara dengannya .. Lalu ia menurunkan tatapannya dengan cepat dan wajahnya berubah menjadi merah karena rasa malu ...

Entah bagaimana dia menemukan kekuatan untuk membalasnya dengan mantap : "Maaf, tetapi hati saya sudah diambil oleh seorang pencinta surga ...dia adalah orang yang benar-benar beriman yang selalu menjaga pandangannya... saya belum bertemu dengannya, tetapi dia adalah orang yang sudah ditetapkan Allah bagiku... saya tidak akan membiarkan setiap laki-laki mendekati atau mengenal saya kecuali dia". Lalu dia pergi dan ia merasa bahwa ia telah mengambil hatinya. Dia mengikutinya untuk mengetahui di mana dia tinggal.

Kemudian pada hari itu, dia malu pada dirinya sendiri. dia tahu bahwa dia benar! Dia pikir dia telah menjadi muslim yang baik sampai dia menyadarkannya dengan kata-katanya: "Seorang mukmin yang baik mematuhi Allah dan menundukkan pandangan". Sejak hari itu, ia mencoba berusaha dengan terbaik untuk mengubah dirinya menjadi seorang Muslim yang lebih baik ... Dia menjaga pandangannya setiap kali dia keluar. Setelah beberapa waktu, ketika dia merasa sudah siap, dia pergi dengan ayahnya ke rumah si gadis meminta persetujuan orang tua si gadis untuk menikahi putrinya. Anehnya, dia ingat dia, dia bahkan menerima untuk menikah dengannya ...

Dia berpikir bahwa dia mungkin menerimanya karena dia memiliki reputasi yang baik sebagai seorang Muslim. Pada malam pernikahan, ia bertanya: "Mengapa kamu menerima saya?" Dia menjawab dengan senyum di bibirnya: "Pada hari kita bertemu untuk pertama kalinya, dan beberapa detik sebelum kamu datang untuk berbicara denganku, aku melihatmu memberikan sadaqah untuk 2 orang pengemis...”.

 “Aku tidak tahu apa-apa, kecuali kebaikan akan datang dari seorang pria sepertimu ... Kamu tidak akan membawa apa-apa kecuali barakah dan kesyukuran kepada keluargamu dan istrimu". Ada keheningan di antara mereka sampai ia bertanya :"Bagaimana dengan kamu, mengapa  kamu memilihku ?". Dia menjawab sambil tersenyum: " Aku ingin menjadi seperti orang yang  kamu bicarakan pada hari itu, orang yang sudah kamu jatuh cintai ".

No comments: