first umrah travel series #1

Bismillahirahmanirrahim, serial perjalanan umrah pertamaku insya Allah akan kutulis bertahap secara berseri. Semoga bermanfaat..bagi anda yang sudah berniat untuk ke tanah haram..go on..berangkat saja..you'll find great moments, with amazing experiences and unforgetable memories..

Bangkok, 23 Juni 2013

Alhamdulillah untuk pertama kalinya bisa menginjakkan kaki di Bumi Thailand. Bangkok, kota yang katanya hampir mirip jakarta, sekilas memang tampak lebih teratur. Jalan layang bertingkat, gedung pencakar langit (yang tak terlalu tinggi) tertata rapi per blok, ruang terbuka dan ruang hijau sepertinya banyak. Di pinggir jalanpun tidak terlihat kumuh, karena memang lewat highway.  Namun ini baru kesan melalui perjalanan semalam, dimana akumulasi asam laktat sudah menumpuk di tubuh setelah lebih dari 3 jam mengudara dari jakarta yang kemudian sampai di bandara svarnabhumi. Sampai di kota ini sudah jam setengah sebelas malam. Plus pemeriksaan imigrasi dan nunggu semua rombongan selesai, jam 12 malam baru sampai di hotel.
Hotel royal pacific, kalau dari namanya terlihat mentereng, namun hotel ini sepertinya hotel tua. Interiornya yang serba coklat, kunci pintu yang manual, main power dengan ganjal segede batu bata, sepertinya hotel ini didesain tahun 90an. Aku menempati kamar nomor 3010 dengan seorang bapak jamaah dari nogotirto, yogyakarta, pak aswan. Bapak berkacamata, berjenggot putih ini terlihat begitu matang dengan usianya. Tenang, kalem, dan meyakinkan. Begitu sampai hotel, aku mandi dan alhamdulillah oleh pak aswan ditawari buah dan malamnya, pak asmoyo yang baru kenal di perjalanan jakarta – bangkok, mengetuk pintu memberikan lecy, buah yang mirip rambutan namun ga ada rambutnya.

Insya Allah pagi ini kami akan melanjutkan perjalanan ke muscat, oman dan kemudian dilanjutkan ke jeddah dan menurut jadwal direncanakan tengah malam akan sampai di madinah al munawarrah, kota nabi yang bercahaya. Insya Allah

Sebelum bertolak ke destinasi selanjutnya, kami sarapan di hotel. Hmm..masakannya mirip masakan indonesia : nasi goreng. Aku mengambil meja di dekat TV, supaya bisa sambil lihat-lihat acara TV thailand. Selain itu acara TV suatu tempat adalah gambaran lifestyle di tempat tersebut. Aku ketawa aneh nonton kartun pinguins of madagaskar. Kartunnya didubbing bahasa thailand..terdengar aneh di telingaku. belum lagi iklan di TV yang menurutku lebih kreatif di Indonesia. Di Thailand menurutku iklannya terlalu to the point dan monoton. Bahkan kadang aneh. Bayangin aja, apa hubungan orang tinju dan snack makanan ringan, coba?hehehe

Next menuju Bandara Svarnabhumi. Bandara thailand memang bagus. Setidaknya bila dibandingkan bandara cengkareng, soekarno-hatta jakarta. weeww..jauh.. Dulu kabarnya bandara bangkok ini di dong muang, namun karena penataan kota, dipindahkan di svarnabhumi. hmm...mirip dulu jakarta bandaranya di halim kemudian pindah ke cengkareng. Tapi tampaknya pembangunan di thailand lebih terencana. Penataan kotanya pun lebih mantab. Tapi ini hanya komentar asal setelah lihat perjalanan dari hotel ke bandara. 


Setelah melewati proses ticketing, imigrasi dan kemudian di ruang tunggu, Bismillah A330-300 Oman Air bersiap take off ke Jeddah via Muscat..Can't wait to see there..


No comments: