first umrah travel series #2

Madinah, 24 Juni 2013
Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, rasa syukur membuncah tak tertahan di dada ketika tengah malam tour guide kami memberitahukan bahwa kami akan sampai di madinah al munawarrah, kota yang bercahaya, kota nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Saat lampu bus dihidupkan, kamipun terbangun dari lelap perjalanan hampir 24 jam, bangkok-madinah via muscat dan jeddah. Masih dalam lekat mata, kami diberitahukan bahwa kami sudah sampai di bir ali, beberapa jarak sebelum memasuki kota madinah dan sekaligus akan menjadi tempat miqot kami nanti. Tak lama kemudian, sampailah kami di madinah al munawwarah, yang ditandai dengan pintu gerbang kota. Sambil diceritakan oleh tour guide bahwa besoknya kami akan ada city tour madinah ke berbagai tempat bersejarah di masa rasulullah, sampailah kami di tempat menginap kami selama 3 hari ke depan, al wasser al kareem. Kamipun turun dari bus, menuju lobby hotel, setelah menunggu beberapa saat, kamipun ditempatkan di kamar hotel, sekamar untuk berempat. Aku mendapat kamar nomor 1312, dengan 3 teman lainnya yang sama-sama berangkat dari jogja, pak teguh dari wonosobo, apoteker pertama kali ketemu saat manasik, pak asmoyo, pengusaha proprerti, teman di samping kursiku di pesawat dimana sepanjang perjalanan kami banyak bercerita tentang pengalaman kami, dan pak aswan, pensiunan PLN yang masih aktif berbisnis dan sudah 2 kali haji, cukup berpengalaman untuk menjelajahi jazirah hijaz.

Sampai di kamar pukul 3 malam, subuh pukul 4.15 pagi, kata tour leader kami. Kamipun bergiliran mandi dan pas selesai adzan subuh bersama-sama ke masjid nabawi untuk mengikuti sholat subuh secara berjamaah. Kami berangkat berempat, di lobby, kami bertemu dengan seorang bapak teman rombongan besar kami. Kamipun berangkat berlima menuju masjid nabawi. Ternyata antara hotel dan masjid nabawi tidak jauh, hanya melewati satu dua blok kami sudah sampai di pintu utara-barat masjid. Kamipun melangkah memasuki kompleks masjid. Sesampainya di pojok halaman masjid, di deket toilet nomor 7, pak asmoyo pamit mau wudhu. Bapak-bapak yang ikut kami kemudian pamit kembali ke hotel karena sakit perut. Kami menunggu pak asmoyo di tempat kami berpisah. Namun tiba-tiba iqomah dikumandangkan, bergegaslah kami ke masjid yang sudah dekat dari tempat kami menunggu. Aku, bertiga dengan pak aswan dan pak teguh mendapatkan shof jamaah di luar bangunan utama masjid, karena imam sudah membaca surat setelah surat al fatihah. Kami berjejer dengan ratusan orang dari berbagai negara di serambi masjid nabawi.

Aku dapat takbiratul ikram ketika imam mulai membaca surat. Allahu akbar, sungguh karena kekuasaan Allah lah aku berada di tempat ini, tempat masjid rasul-Mu yang mulia. Alunan surat luqman imam sangat mudah diikuti oleh hatiku, alhamdulillah aku sedikit hafal beberapa penggalannya. Betapa mengena di hati ketika imam sampai pada ayat 12 mengenai pesan luqman pada anaknya untuk bersyukur kepada Allah. Kalau kita bersyukur kepada Allah tidak lain adalah untuk diri kita sendiri, tetapi kalau kufur, maka Allah adalah maha kaya lagi maha terpuji, berdesir hati ketika ayat terakhir dalam surat dalam rakaat pertama ini dibacakan. Sungguh tak henti hati ini bersyukur di setiap tarikan nafas, terlebih dalam dalamnya sujud kepada-Mu.






Selepas salam, kami mampir di sebuah bangunan air minum (awalnya kukira itu air zam-zam, kata pak aswan, namun informasi dari salah satu penjaga air yang kutemui siangnya –orang bojonegoro- itu adalah air sumur yang disterilkan), yang berisi air yang langsung dapat diminum. Aku meneguk 3 gelas langsung, alhamdulillah... segarnya. Kami memutuskan untuk menunggu pas asmoyo di tempat kami berpisah, berharap dapat bertemu dan berkumpul kemudian sama-sama menuju ke raudhah, taman surga di dunia yang berada antara rumah nabi dan masjid nabi. Lama kami menunggu, yang dimaksud tidak juga nampak, akhirnya kami bertiga bersepakat untuk jalan ke raudhah.
Masuk masjid nabawi melalui king saud gate, kami melangkah melewati jamaah yang beritikaf, sambil membaca quran, sholat maupun i’tikaf. Mendekati raudhah, jamaah sangat ramai. Padat dengan orang. Raudhah ditutupi dengan kain putih, yang kata pak aswan akan dibuka ketika sholat berjamaah akan dimulai. Saking berjubelnya, para laskar menutup jalan masuk ke raudhah dan makam nabi, kamipun melenggang tidak melewati makam nabi dari jarak yang agak jauh, hanya melihat pagar makam nabi yang mulia.


Setelah itu kami keluar dari raudhah lewat pintu baqi, kemudian langsung ke makam baqi tempat dimana para sahabat rasul dimakamkan. Baqi dijaga ketat oleh para laskar. Setelah melewati baqi, kami pulang balik ke hotel untuk sarapan dan istirahat. Pak asmoyo akhirnya datang dan bercerita bahwa beliau sudah sampai di raudhah, sholat di sana, bertadarus di sana dan sempat bertalaqqi dengan seorang syeikh. Waa..pengen..namun aku yakin semua sudah diatur oleh-Nya. Setiap orang sudah diberikan jatahnya masing-masing. Semoga aku juga bisa bermunajat di raudhah-Mu ya Allah.

Sekarang sudah jam 11, dhuhur jam 12.30. bismillah..bersiap berangkat ke masjid nabawi dengan pak aswan dan pak teguh..semoga Engkau berkahi setiap langkah kami ya Allah

No comments: