Semangat (puasa) pagi

Bismillahirrahmanirrahim. 
Pagi memang selalu menghadirkan keajaiban. Baru kali ini aku habis subuh tidur pagi. Biasanya habis subuh, tadarus, nonton khasanah di *****, keluar jalan-jalan menyusuri sawah di utara kampung, dan bersiap memulai aktivitas. Namun kali ini sengaja setelah tadarus, aku baringkan tubuh, pejamkan mata berniat untuk tidur. Ingin membandingkan kondisi fisik kalau setelah subuh tidak tidur dan setelah subuh tidur dulu baru beraktivitas di bulan puasa ini. 

Ternyata memang beda "rasanya". Bedanya adalah pertama yang kurasakan adalah tidur setelah subuh itu paling berat kalau mau bangun on time. Alarm sudah ku set 06.30 AM. Begitu alarm berbunyi, langsung saja tanganku meraba-raba meraih-raih dimana alarm. cetut! asal pencet supaya alarm segera mati. Alhasil bangun jam 7 lebih...waaa...langsung saja tunggang langgang sambar handuk, mandi dan siap-siap berangkat ke kantor. 

Buka pintu depan, jreett..keluar rumah, kulihat ada yang berbeda di kolam depan rumah. Masya Allah..ikan-ikan di kolam sepertinya menambah anggota keluarga baru. banyak ikan-ikan kecil yang berenang-renang diantara karang buatan dan ikan besar. Weeeww...that's impress my morning!! Ditambah lighting alami sinar matahari pagi, air kolam serasa berkilat-kilat menambah indahnya pagi. Kutebarkan pelet dan mereka langsung berkecipak saling berebut makan..Masya Allah..woow..sepertinya mereka lapar berat. Maaf sahurnya telat :D

Bener-bener pagi ini kurasakan damainya hati..Dengan melihat meriahnya suasana kolam ikan di depan rumah saja lekas bibir ini mengucap tahmid sebagai tanda syukur...Alhamdulillah..

Aku teringat materi ceramah tadi malam. Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Kalaupun sekarang islam mengalami peyorasi dengan citra "teroris", "puritan", "keras", "memaksa" dan sederet imej negatif lainnya, please.. that not islam. Islam is perfect, but muslim is not. Ajaran islam sangat sempurna, tetapi orang islamlah yang tidak sempurna. Kalau kita ingin menikmati kesempurnaan ajaran islam sesungguhnya, kembalilah pada "pesan" Allah, Al Qur'anul Karim. Kalaupun belum bisa memahami pesan ajaran al qur'an, lihatlah contohnya di Nabinya : Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. Betapa beliau merupakan orang pilihan Allah. Semua tutur, laku dan tingkah beliau berdasarkan bimbingan wahyu. Waheshna ya Rasullullah...

The question is how to contextualize the life of the prophet in todays... many moslem claimed they are the best, but...Allah knows..only Him has the right to judge. Petunjuknya, kata Nabi orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat...

So, mumpung puasa..berlatihlah mengendalikan emosi dan ego diri, biarlah Allah saja yang ada di dalam hati. Berikanlah manfaat sebanyak mungkin untuk yang lain.. Master your emotion, or you will trapped by emotion. Emotion have a "burn" nature, but spirituality have a "warm" nature..  Let's do the best for the world

*ditulis sambil menunggu balasan sms dari dosen pembimbing tesis, semoga bermanfaat

No comments: